PILIH BAHASA


Arsip

Jangan Percayakan Perkara Anda Kepada Calo...... | Pengadilan Agama Kebumen siap melayani penanganan perkara gratis bagi orang tidak mampu | Silahkan Cek Perkara Anda melalui Menu Info Perkara Anda |


Anda berada di
Rencana Pengadaan Rencana Umum Pengadaan TA 2012
Jadwal Puasa 1432 H : Jadwal Puasa untuk Wilayah Kab.kebumen
Pengumuman Lelang : Pengadaan Sarana Prasarana dan Mebelair TA 2011
Pengumuman Pemenang: Pemenang Pengadaan Mebelair TA 2011
Pengumuman Pemenang: Pemenang Pengadaan Sarana Prasarana TA 2011

 

Ibu muda itu, sebut saja Ibu Madhlumah, berpenampilan polos dan lugu.  Duduk di ruang tunggu Pengadilan Agama Cianjur, tampak raut mukanya penuh dengan ketertekanan dan kesedihan. Wajahnya yang murung dan memelas membuat saya penasaran ingin sekali ngobrol dengannya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dengan dirinya.

 

Keinginan kuat saya itu bukan karena ingin mengetahui urusan pribadi orang lain. Saya semata-mata ingin tahu masalah apa yang merundungnya selama ini dan bagaimana sampai bisa datang ke pangadilan agama. Di samping itu, tentu saya ingin mengetahui bagaimana perlakuan pengadilan agama kepadanya selama ia berhubungan dengan pengadilan agama.

Bu Madhlumah ternyata tidak sendirian. Dia diantar ibunya, yang duduknya agak terpisah, di ruang tunggu PA Cianjur ini. Saya berhasil mendekati dan ngobrol banyak dengan Bu Madhlumah yang belakangan diketahui berasal dari Cianjur Selatan. Daerah ini merupakan salah satu daerah terpencil di wilayah PA Cianjur. Saya minta izin kepada Ketua PA untuk ngobrol-ngobrol dengan yang berperkara, sendirian, tidak didampingi orang PA.

“Suami saya suka memukul saya Pak,” kata Bu Madhlumah  dengan Bahasa Sunda halus dan kental, setelah ia merasa akrab dengan saya.  “Kasihan juga,” kata saya dalam hati.

Dari ceritanya, ia sering dimarahi, bahkan dipukul oleh suaminya, dengan alasan yang sangat remeh. Suaminya, yang bekerja sebagai buruh kasar sehingga berpenghasilan kecil dan tidak tetap,  mempunyai sifat yang tidak terpuji. Ia sering meninggalkan isteri berhari-hari, sering tidak memberi nafkah lahir batin, temperamental dan kasar.

“Saya tidak sanggup lagi melanjutkan rumah tangga ini, Pak,” ia mencurahkan isi hatinya. “Selama hampir setahun berumah tangga, hanya bulan pertama saja yang saya rasakan kebahagiannya. Sisanya, penuh dengan siksaan lahir dan batin.”

Ia banyak mengisahkan kehidupannya yang penuh dengan kesengsaraan, kenestapaan dan penyiksaan. Padahal nampaknya, ia orang baik dan taat beragama. Kasihan, memang.

Saya juga ngobrol dengan ibunya. Sang Ibu, yang juga nampak dari kalangan yang tidak beruntung dari segi ekonomi, merasa beruntung diberitahu Amil. “Bagi orang miskin, ngurus surat cerai ke Pengadilan Agama gratis,” katanya, menirukan ucapan Amil.  Menurutnya, ia sama sekali tidak bayar apa-apa ke Pengadilan Agama. Gratis.

 

 

Manuisa adalah tempatnya salah dan lupa begitulah Nabi SAW. Mengingatkan kepada kita sebagai umatnya, untuk itu kita diperintahkan untuk selalu “saling tawa shaubil haq, tawa shaubil shobr” (  saling mengingatkan kepada kebaikan juga mengingatkan kesabaran). Juga kita dituntut dalam beraktifitas sehari-hari agar aktifitas kita untuk hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari pada hari ini dan kemaris itulah orang yang beruntung.Pengabdian kita lewat Pengadilan Agama yang dalam keseharianya selalu bertemu dengan orang-orang yang sedang mencari keadilan tentunya harus ditanamkan jiwa yang selalu ingin berbuat lebih baik sebagaimana pesan-pesan yang telah ditanamkan oleh Nabi SAW. Hasil kerja kita harus selalu dievaluasi dan tentunya dengan mau menerima saran, kritik dari orang lain untuk kemajuan dan kebaikan kerja yang akan datang.Dalam rangka saling mengingatkan sesama pegawai di lingkungan Pengadilan Agama Kebumen, agar pengabdian kita dalam melayani para pencari keadilan kedepan untuk lebih baik lagi, maka “Bapak Ketua” telah membuat suatu program yang positif agar program tersebut bisa diikuti oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Kebumen tanpa kecuali yaitu :

1.       Sholat dhuhur dan ashar berjama’ah;

2.     Dalam sebulan sekali diadakan pengajian rutin dengan nara sumber secara bergantian baik dari hakim maupun dari non hakim (dengan tujuan untuk saling mengingatkan);

Terakhir Diperbaharui (Senin, 30 April 2012 04:44)

 


*

Ketika saya mewakili Sekretaris Mahkamah Agung RI memimpin Tim Sekretariat MA dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, 28 Maret lalu, saya diberondong desakan oleh para anggota DPR yang terhormat itu agar MA lebih memperhatikan kesejahteraan hakim.

Di antara para anggota yang terhormat itu ada yang minta agar segera diupayakan kenaikan gaji hakim, serta tunjangan dan penghasilan lainnya yang kini dinilai sangat rendah. Anggota lainnya minta agar segera disiapkan fasilitas untuk kepentingan hakim, seperti rumah dinas dan lainnya.

 

Pengadilan Agama Kebumen sebelumnya telah memiliki bangunan mushola yang permanen, akan tetapi sejak gedung Pengadilan Agama Kebumen mengalami pemugaran maka bangunan musholanya ikut dibangokar dan sampai sekarang gedung kantor PAnya sudah berdiri megah akan tetapi belum ada bangunan musholanya, sehingga seluruh pegawainya dan juga para pencari keadilan manakala akan melaksanakan sholat dengan menggunakan salah satu ruang kantor yang disulap untuk tempat sholat sementara.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 30 April 2012 04:40)

 
search
Ketua PA.Kebumen
Drs. H. TAHRIR
Jajak Pendapat
BAGAIMANA PELAYANAN KAMI?
 
Pengumuman Lelang

Link Website Terkait

 

Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2
mod_vvisit_counterKemaren28
mod_vvisit_counterMinggu ini239
mod_vvisit_counterMinggu lalu246
mod_vvisit_counterBulan ini710
mod_vvisit_counterBulan lalu1143
mod_vvisit_counterTotal58664

Online (20 minutes ago): 2
Your IP: 38.107.179.233
,
Today: May 20, 2012
Who's Online
Kami punya 47 tamu online
Online Support

Wahyu

Admin Website

Humas